Program Studi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kuliah umum bertajuk Arabic Literature and Its Criticism in the Age of Globalization and Digitalization serta Arabic Language and Literature Studies in the Age of Globalization and Digitalization pada Rabu, 12 Juni 2024 di Aula Pusat Studi Bahasa Jepang.

Kegiatan ini menghadirkan dua akademisi dari King Saud University, yaitu Prof. Dr. Mohamed A. Munwer A.M. dan Dr. Ali Ma’youf, yang membagikan wawasan mengenai perkembangan bahasa dan sastra Arab di tengah arus globalisasi dan transformasi digital. Karena bahkan sastra pun sekarang harus bernegosiasi dengan algoritma, artificial intelligence, dan manusia yang membaca puisi sambil menggulir notifikasi media sosial setiap tujuh detik.

Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan bagaimana perkembangan teknologi digital telah mengubah cara bahasa dan sastra Arab diproduksi, disebarkan, dan dikaji. Kehadiran media digital, platform daring, dan kecerdasan buatan membuka peluang besar bagi penyebaran karya sastra Arab ke tingkat global serta memperluas kolaborasi akademik lintas negara.

Namun demikian, mereka juga menyoroti tantangan yang muncul di era digital, khususnya terkait autentisitas emosional dan spiritual dalam karya sastra. Teknologi dinilai mampu mempercepat akses terhadap teks-teks Arab, tetapi tidak sepenuhnya dapat menggantikan kedalaman nilai budaya dan akar historis yang melekat pada bahasa Arab sebagai bagian dari tradisi intelektual dan peradaban Islam.

Kuliah umum ini turut membahas perubahan lanskap kebahasaan modern, termasuk perkembangan dialek Arab di ruang digital dan pengaruh media sosial terhadap penggunaan bahasa sehari-hari. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa bahasa Arab terus mengalami transformasi seiring perkembangan teknologi dan interaksi global masyarakat modern.

Selain memperkaya wawasan akademik mahasiswa mengenai sastra dan linguistik Arab kontemporer, kegiatan ini juga menegaskan pentingnya penguasaan teknologi dalam studi bahasa dan sastra Arab masa kini. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami tradisi keilmuan klasik, tetapi juga memiliki kompetensi digital yang mampu mendukung pelestarian dan pengembangan sastra Arab di era global yang semakin terhubung.

Melalui kuliah umum ini, Program Studi Sastra Arab Unpad kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang akademik yang responsif terhadap perkembangan zaman, sekaligus menjembatani tradisi intelektual Arab dengan tantangan dunia modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *